Kamis, 07 Februari 2019
Nasib Tragis Wanita Menstruasi Jalani Pengasingan
Tidak ada yang menolong Parbati.
Seorang wanita yang tengah menjalani masa pengasingan akibat menstruasi di Kathmandu, Nepal, tewas terbakar api. Tidak ada satupun orang yang menolong wanita itu.
Parbati Bogati, 21 tahun, harus hidup sendirian di gubuk kecil jauh dari rumahnya. Dia harus menjalankan chaupadi, tradisi pengasingan bagi wanita yang sedang haid di Nepal yang sudah berlangsung ribuan tahun.
Jasad Parbati ditemukan tergeletak di dalam gubuk pada Kamis pekan lalu saat dijenguk oleh ibu mertuanya. Tubuhnya penuh dengan luka bakar.
" Dugaan kami, korban menghirup asap hingga lemas, sementara pintu gubuk tertutup dan tidak ada jendela. Korban perlu menyalakan api untuk menghangatkan badan," ujar pejabat kepolisian setempat.
Jasad korban dibawa ke rumah sakit untuk kepentingan autopsi.
Tradisi Terlarang
Praktik Chaupadi sebenarnya sudah dilarang di seluruh Nepal sejak 2005. Berdasarkan Undang-undang yang berlaku, setiap orang yang menjalankan atau memaksa wanita melakukan ritual ini diancam hukuman penjara selama tiga bulan dan denda sebesar 3435 rupee Nepal, setara Rp418 ribu.
Meski begitu, masih ada sebagian masyarakat yang tetap menjalankan tradisi turun temurun ini terutama di kawasan pinggiran dan pedalaman.
Selama masa haid, wanita dilarang menyentuh apapun termasuk makanan, hewan ternak, maupun pria.
Kematian Parbati menjadi kasus ke sekian terjadi akibat tradisi chaupadi. Tiga pekan sebelumnya, seorang ibu dan dua anak perempuannya dilaporkan tewas akibat menjalankan tradisi yang sama.
Akibat kasus tersebut, otoritas Bajura memusnahkan seluruh gubuk yang digunakan untuk ritual chaupadi.(Sah)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar